Sahabat Satwa, pernahkah melihat burung merak secara langsung? Cantiknya benar-benar mencuri perhatian, bukan? Ekor panjangnya yang penuh warna tampak berkilau saat terkena cahaya, membuat siapa pun mudah terpikat. Dalam banyak budaya, merak dikenal sebagai simbol keanggunan dan keagungan alam. Gerakannya yang tenang dan bulunya yang menawan membuat satwa ini terkesan anggun. Saat kamu melihat seekor merak berjalan dengan ekor menjuntai di belakangnya, pasti kamu paham kenapa burung ini sering dianggap lambang keindahan.
Fakta Unik Tentang Burung Merak
Burung merak sering dianggap sebagai salah satu spesies burung paling indah di dunia. Dengan ekor panjang yang bisa mengembang lebar seperti kipas raksasa, merak jantan selalu jadi pusat perhatian di mana pun ia berada. Saat ekornya terbuka penuh, perpaduan warna biru, hijau, dan keemasan terlihat berkilau seolah memantulkan cahaya dari setiap sudut.
Berdasarkan klasifikasinya, burung merak termasuk dalam genus Pavo dan Afropavo yang merupakan bagian dari famili Phasianidae, keluarga besar yang juga termasuk ayam hutan dan burung pegar. Jadi, meski tampak megah dan elegan, secara garis keturunan merak masih punya hubungan dekat dengan unggas yang sering kita temui sehari-hari.
Hal yang paling menarik dari merak adalah rahasia di balik keindahan bulunya. Warna-warni yang tampak mencolok itu sebenarnya bukan hasil pigmen, melainkan berasal dari fenomena yang disebut iridesensi. Setiap helai bulu merak punya struktur mikroskopis yang mampu membiaskan dan memantulkan cahaya, sehingga menghasilkan efek warna yang berubah-ubah tergantung dari sudut pandang dan arah cahaya.
Asal dan Jenis Burung Merak

Burung yang terkenal karena ekor indahnya ini hidup di Asia dan Afrika. Masing-masing benua punya spesies merak yang berbeda, menyesuaikan dengan habitat aslinya.
Secara umum, ada tiga spesies utama burung merak di dunia. Pertama adalah merak biru atau Pavo cristatus, jenis kedua adalah merak hijau atau Pavo muticus, dan spesies ketiga agak berbeda, yaitu merak Kongo atau Afropavo congensis. Masing-masing jenis tentu punya pesona sendiri.
1. Merak Biru (Pavo cristatus)
Kalau Sahabat Satwa melihat burung merak dengan bulu biru yang berkilau, itu berarti kamu sedang melihat merak biru. Ini adalah salah satu spesies merak paling terkenal di dunia. Burung ini berasal dari kawasan Asia Selatan, tepatnya India, Sri Lanka, Pakistan, dan Bangladesh.
Pavo cristatus jantan punya penampilan yang mencolok. Tubuhnya dipenuhi bulu biru gelap berkilau, sementara ekornya panjang dengan pola hijau keemasan yang tampak seperti mata-mata kecil ketika terbuka lebar. Bagian inilah yang membuatnya terlihat menawan, apalagi saat ia sedang memamerkan bulu ekornya untuk menarik perhatian betina.
Menariknya, Beberapa kepercayaan rakyat juga menyebut merak dapat menghalau hewan berbahaya, tetapi ini lebih merupakan mitos budaya daripada fakta ilmiah.i.
2. Merak Hijau (Pavo muticus)
Jika Pavo cristatus berasal dari Asia Selatan, Pavo muticus atau merak hijau bisa kamu temukan di kawasan Asia Tenggara, terutama di Myanmar dan Indonesia. Di Indonesia sendiri, burung ini banyak ditemukan di Pulau Jawa. Sayangnya, sekarang merak hijau termasuk satwa langka yang populasinya terus menurun di alam liar.
Ciri khasnya terletak pada warna bulunya yang memukau. Leher dan tubuhnya berkilau hijau keemasan, sementara bagian sayapnya memiliki semburat biru langit yang lembut. Kalau Sahabat Satwa memperhatikan lebih dekat, bentuk bulunya terlihat seperti sisik halus yang rapi, membuat tampilannya semakin elegan.
Karena keindahannya, merak hijau sering jadi incaran perburuan. Ditambah dengan semakin sempitnya habitat alami, jumlahnya kini semakin sedikit. Sejak 2009, merak hijau resmi masuk dalam daftar spesies terancam punah oleh IUCN. Jadi, kalau kamu beruntung bisa melihat burung ini secara langsung, kamu sedang menyaksikan salah satu keajaiban alam yang kini makin langka.
3. Merak Kongo (Afropavo congensis)
Habitat alami merak Kongo berada di kawasan hutan lebat yang lembab di Afrika, jauh dari keramaian manusia. Dibandingkan dua kerabatnya dari Asia, penampilan merak Kongo memang lebih sederhana, tapi tetap punya daya tarik tersendiri yang elegan.
Burung jantan merak Kongo memiliki bulu berwarna biru gelap dengan sentuhan ungu dan hijau metalik yang berkilau saat terkena cahaya. Warna-warna itu memberi kesan misterius tapi tetap menawan. Sementara betinanya tampil lebih kalem dengan bulu berwarna cokelat keemasan yang membantu mereka berkamuflase di lingkungan hutan. Jenis merak satu ini terlihat lebih mirip burung pegar daripada merak Asia yang berekor panjang.
Ciri-Ciri Burung Merak
Salah satu hal paling menarik dari burung merak adalah penampilan yang berbeda antara jantan dan betinanya. Perbedaan ini disebut dimorfisme seksual, istilah biologi untuk menggambarkan bagaimana jantan dan betina dalam satu spesies bisa terlihat sangat berbeda. Pada merak, kamu bahkan bisa langsung tahu mana jantan dan mana betina hanya dengan sekali lihat.
Perbedaan penampilan ini bukan tanpa alasan. Dalam proses evolusi, sifat-sifat seperti warna cerah dan ekor panjang pada merak jantan muncul karena seleksi alam dan seleksi seksual. Betina biasanya memilih jantan dengan bulu paling indah dan sehat sebagai pasangan, karena itu menandakan bahwa jantan tersebut kuat dan memiliki gen yang baik. Agar lebih jelas, yuk, cari tahu apa saja yang membedakan jantan dan betina pada merak.
1. Bulu Ekor
Ekor menjadi pembeda paling mencolok antara merak jantan dan betina. Merak jantan memiliki bulu penutup ekor yang sangat panjang, bisa mencapai 180 hingga 220 sentimeter. Di setiap helainya terdapat pola berbentuk “mata” yang tampak berkilau saat terkena cahaya. Biasanya, jantan akan mengembangkan bulu ekornya ini dalam ritual kawin untuk menarik perhatian betina.
Sementara itu, merak betina punya ekor yang jauh lebih pendek dan berwarna lebih kalem. Tidak ada pola “mata” seperti pada jantan, karena fungsinya berbeda. Warna bulu yang agak kusam justru membantu betina berkamuflase di alam, terutama saat mengerami telur agar terlindung dari pemangsa.
2. Ukuran Tubuh
Merak jantan biasanya berukuran lebih besar dan berat dibandingkan betina. Berat tubuhnya bisa mencapai sekitar 5 kilogram dengan panjang tubuh mencapai 2 meter lebih, termasuk bagian ekornya yang menjuntai indah.
Di sisi lain, merak betina punya tubuh yang lebih kecil dan ringan, dengan berat sekitar 3 kilogram dan panjang sekitar 1 meter. Penampilannya memang tidak semegah jantan, tapi justru itulah keunikannya.
Di habitat aslinya, bentuk tubuh yang lebih ringan membuat merak betina bisa bersembunyi lebih mudah dari predator, sedangkan ukuran besar pada jantan berfungsi untuk menarik perhatian betina dalam proses kawin.
3. Mahkota Jambul

Di atas kepala merak ada jambul tegak yang mirip mahkota kecil. Pada merak jantan, jambulnya terlihat lebih besar dan mencolok. Ujung-ujung bulunya berdiri tegak dengan warna yang serasi dengan bulu tubuhnya. Sementara itu, jambul pada merak betina tampak lebih kecil dan halus.
Meski tidak seindah milik jantan, bagian ini punya fungsi penting. Jambul betina ternyata berperan sebagai organ sensorik yang peka terhadap getaran. Saat merak jantan melakukan tarian kawin sambil mengibaskan ekornya, jambul betina akan menangkap getaran halus yang dihasilkan gerakan itu. Jadi, selain melihat tarian indah sang jantan, si betina juga bisa “merasakan” iramanya lewat getaran yang ditangkap jambulnya.
Habitat Burung Merak
Setiap spesies punya lingkungan favoritnya sendiri. Ada yang hidup di hutan tropis yang lebat, ada juga yang lebih suka daerah berbukit dengan banyak pepohonan dan sumber air di sekitarnya. Merak akan memilih tempat yang membuat mereka merasa aman sekaligus nyaman untuk mencari makan.
1. Merak Asia (Biru & Hijau)
Merak Asia bukan tipe burung yang terpaku di satu tempat saja, tapi lebih suka tinggal di lingkungan yang memberi ruang untuk bergerak bebas dan mencari makan. Biasanya, kamu bisa menemukan mereka di hutan terbuka, padang rumput, atau sabana yang masih punya pepohonan rindang di sekitarnya.
Selain itu, merak Asia juga sering hidup di hutan tropis dataran rendah yang lembap dan hangat. Tempat seperti ini menyediakan banyak sumber makanan dan area yang aman untuk bertengger.
Bahkan, di beberapa wilayah Asia, Sahabat Satwa juga bisa menjumpai merak berkeliaran di sekitar kota atau taman besar. Mereka cukup terbiasa dengan kehadiran manusia, asal lingkungannya masih menyediakan makanan dan tempat berteduh.
2. Merak Kongo
Merak Kongo bisa kamu temukan di hutan hujan dataran rendah yang lebat di wilayah cekungan Kongo, Afrika Tengah. Mereka hidup di area lembap dan rindang yang jadi habitat alaminya, tempat mereka mencari makan sekaligus berlindung dari predator. Oleh karena itu, kehidupan tersembunyi mereka di kedalaman hutan membuat spesies ini menjadi yang paling misterius dan paling akhir ditemukan di antara ketiga jenis merak.
Menjumpai Merak dari Dekat di Taman Safari Bogor
Setelah membaca tentang berbagai keunikan burung merak, melihatnya secara langsung tentu akan menjadi pengalaman yang berbeda. Di Taman Safari Bogor, Sahabat Satwa bisa menyaksikan Merak Hijau (Pavo muticus), spesies asli Indonesia yang kini terancam punah dan dilindungi.
Di sini, kamu bisa mengagumi keindahan bulu iridesensinya, sebuah pemandangan yang sulit ditangkap sepenuhnya oleh kamera. Selain menikmati keindahan bulunya, kamu juga bisa mempelajari lebih dalam tentang perbedaan antara merak jantan yang mencolok dan betina yang lebih sederhana, serta melihat bagaimana mereka berinteraksi di habitat yang disesuaikan dengan kebutuhan mereka.
Lokasi terbaik untuk mengagumi Merak Hijau dan berbagai jenis burung lainnya adalah di Kubah Burung yang terletak di area Baby Zoo. Ini adalah kandang aviary raksasa berbentuk kubah, yang membuat Sahabat Satwa seolah-olah masuk ke dalam habitat alami mereka. Selain itu kamu juga bisa menemukan exhibit burung merak di area Istana Panda. Mengamati langsung burung merak di sini, dapat memberi Sahabat Satwa kesempatan untuk lebih menghargai pentingnya upaya konservasi dalam menjaga keberlanjutan spesies ini.
Kunjungan ke Taman Safari Bogor tidak hanya sekadar liburan, tetapi juga merupakan bentuk dukungan terhadap pelestarian satwa. Dengan mengajak keluarga untuk mengenal satwa langka ini, kamu turut berperan dalam memberikan edukasi penting tentang konservasi. Temukan informasi lebih lanjut dan rencanakan kunjungan edukatifmu di sini: Serunya Wisata Satwa Bersama Keluarga di Taman Safari.
Referensi:
- Eco Campus Unesa. Burung Merak/Pavo Muticus. Diakses pada 2 November 2025. https://ecocampus.unesa.ac.id/detil-hewan/951d2abf-f879-4699-b96b-7c6174320c2c
- Thai National Parks. Green Peafowl. Diakses pada 2 November 2025. https://www.thainationalparks.com/species/green-peafowl
- WebExhibits. Why are peacock feathers colored?. Diakses pada 2 November 2025. https://www.webexhibits.org/causesofcolor/15C.html
- PBS Nature. Peacock Fact Sheet. Diakses pada 2 November 2025. https://www.pbs.org/wnet/nature/blog/peacock-fact-sheet/
- Sciencing. Characteristics Of A Peacock Bird. Diakses pada 2 November 2025. https://www.sciencing.com/characteristics-peacock-bird-6155098/
- Facts and Details. Peafowl (Peacocks): Characteristics, Behavior, Reproduction, Trouble. Diakses pada 2 November 2025. https://factsanddetails.com/asian/cat68/sub435/entry-9295.html
- The Atlantic. A Courting Peacock Can Shake Its Partner’s Head From Afar. Diakses pada 2 November 2025. https://www.theatlantic.com/science/archive/2018/12/peacock-crests-are-vibration-sensors/578656/
