Mengenal Satwa Primata & Wilayah Persebarannya di Indonesia

Primate Center of Taman Safari Bogor

Mengenal Satwa Primata & Wilayah Persebarannya di Indonesia

Beragam satwa endemik dapat ditemukan di Indonesia, mulai dari Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua. Salah satunya adalah kelompok satwa primata yang sering menjadi daya tarik wisata sekaligus objek penelitian. Beberapa lembaga turut berperan dalam pelestariannya, seperti Pusat Studi Satwa Primata IPB sebagai lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, serta Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) yang merupakan organisasi nirlaba dan berfokus pada rehabilitasi kukang, orangutan Kalimantan, serta berbagai jenis primata di Indonesia.

Primata ini tidak hanya sebatas monyet, tetapi juga mencakup kelompok satwa cerdas yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Di antaranya terdapat lutung, beruk, bekantan, orangutan, dan beberapa spesies lainnya.

Mengenal Satwa Primata dan Keunikannya

Primata adalah mamalia yang termasuk dalam ordo Primates. Terpisah menjadi dua subordo yaitu Strepsirrhini (mencakup lemur dan loris) dan Haplorhini (mencakup monyet, kera, dan manusia). Satwa primata pertama kali muncul 85-55 juta tahun yang lalu dari mamalia kecil yang beradaptasi untuk hidup di pepohonan hutan tropis. 

Satwa primata yang umum kita kenal adalah monyet, lutung, dan orangutan. Secara fisik, primata memiliki kuku jari serta lima jari tangan dan kaki dengan ibu jari yang dapat berlawanan arah untuk mencengkeram benda. Meski susunan giginya terlihat serupa, bentuk gigi mereka tetap bervariasi tergantung pada jenis makanannya. Primata sendiri adalah kelompok mamalia yang memiliki kesamaan dengan manusia, seperti tangan yang bisa menggenggam dan kemampuan berpikir yang tinggi. 

Ciri-Ciri Primata

Ciri khas primata yang membedakannya dari mamalia lain adalah struktur tubuhnya, kecerdasannya, dan perilaku sosialnya. Berikut penjabaran ciri-ciri primata:

  • Seluruh tubuhnya diselimuti rambut (berbulu).
  • Satwa mamalia (menyusui).
  • Mampu mempertahankan suhu tubuh yang konstan (termasuk kelompok satwa berdarah panas/homeotermal).
  • Menunjukkan kemampuan belajar yang maju/tinggi. 
  • Memiliki tingkah laku yang adaptif dan tidak kaku (fleksibel).
  • Sebagian primata (kera dan manusia) memiliki postur tubuh saat berdiri atau duduk cenderung lurus atau tegak.
  • Tangan dan kaki berfungsi sebagai alat untuk memegang atau menggenggam (grasping).
  • Sebagian besar dapat membedakan warna (penglihatan warna).
  • Mata terletak di bagian depan wajah (menghadap ke depan), memungkinkan penglihatan stereoskopik (tiga dimensi).
  • Indra penciuman tergolong kurang peka (tidak setajam satwa lain).
  • Memiliki ukuran otak yang relatif besar dan proporsional dengan tubuhnya.
  • Setiap anggota gerak (tangan dan kaki) memiliki lima jari (pentadactyl).
  • Habitatnya mencakup lingkungan arboreal (tinggal di pohon) atau terrestrial (tinggal di darat).
  • Mayoritas bergerak atau berjalan menggunakan empat kaki (quadrupedal).
  • Beberapa kelompok kera tertentu memiliki lengan panjang dan kelenturan yang untuk mengayun dari satu dahan ke dahan lain (brachiation), khususnya gibbon dan siamang.

Satwa primata memiliki kemampuan komunikasi dan interaksi yang kompleks melalui komunikasi vokal (suara) dan komunikasi non vokal (gerakan tubuh, gestur, ekspresi wajah, dan sentuhan). Dalam kelompok, mereka berinteraksi dengan sesamanya. Primata dapat mengenal temannya melalui wajah, suara, bau, dan ingatan jangka panjang. Mereka juga makhluk yang memiliki kecerdasan emosional dan peka terhadap sesama. 

Dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan, mereka berperan penting membantu regenerasi hutan dengan menyebarkan biji dari buah yang mereka makan. Selain itu, berperan dalam pengendalian hama, penyerbukan bunga, dan meningkatkan kesuburan tanah dari kotoran yang dihasilkan. 

Keanekaragaman Primata di Indonesia dan Wilayah Persebarannya

Berikut adalah jenis-jenis primata yang ada di Indonesia beserta ciri khas dan wilayah persebarannya.

1. Lutung Budeng (Trachypithecus auratus)

Lutung Budeng di Taman Safari Indonesia
Lutung Budeng di Taman Safari Indonesia

Primata ini dikenal juga sebagai lutung Jawa. Bayinya lahir dengan rambut berwarna jingga cerah, uniknya warna ini akan berubah menjadi gelap saat dewasa. Namun, jenis yang paling banyak adalah yang berwarna hitam glossy dengan warna kecokelatan ke kaki, sisi, dan cambangnya. Makanan utamanya adalah daun dan bunga. Wilayah persebarannya terbatas di Pulau Jawa, Bali, dan Lombok.

2. Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis)

Monyet Ekor Panjang
Monyet Ekor Panjang

Monyet ekor panjang adalah salah satu primata yang paling luas penyebarannya di Indonesia. Memiliki warna bulu abu-abu hingga cokelat kemerahan, untuk yang masih bayi berwarna lebih kehitaman. Pada individu dewasa biasanya mempunyai jambang pipi yang mencolok. Panjang badan berkisar 40-47 cm dengan panjang ekor 50-60 cm. Wilayah persebarannya ada di Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan.

3. Beruk Siberut (Macaca Siberu)

Beruk Siberut
Beruk Siberut

Beruk Siberut merupakan spesies primata endemik yang hanya dapat ditemukan di Pulau Siberut, Kepulauan Mentawai, di lepas pantai barat Sumatera. Spesies ini berbeda dari beruk daratan utama seperti Macaca nemestrina yang hidup di Sumatera dan Kalimantan.

Ciri khas Beruk Siberut terletak pada bulunya yang berwarna gelap hingga kehitaman, serta jambang pipi yang cukup mencolok. Seperti kerabat dekatnya, primata ini memiliki ekor pendek yang mencuat ke atas menyerupai ekor babi (pig-tailed). Makanan utamanya terdiri dari buah-buahan dan biji-bijian yang diperoleh di hutan hujan tropis.

4. Simpai (Presbytis melalophos)

Simpai
Simpai

Simpai merupakan satwa primata endemik Sumatera. Memiliki ciri khas berupa jambul di kepala menyerupai mahkota dan ekor yang panjangnya bisa mencapai 1,5 kali panjang tubuhnya atau sekitar 71 cm. Berat badannya bisa mencapai 6 kg. Primata ini memiliki 4 subspesies dengan pola warna yang berbeda mulai dari jingga hingga kelabu gelap. Beraktivitas dalam kawanan kecil dengan suara khasnya yang melengking dalam berkomunikasi dan merespons ancaman. 

5. Bekantan (Nasalis larvatus)

Bekantan
Bekantan

Bekantan merupakan primata dari Kalimantan yang terkenal dengan hidung besar dan memanjang, terutama pada pejantan, sehingga jenis ini mudah dikenal di antara primata lainnya. Warna rambut pada tubuhnya bervariasi, bagian punggung berwarna cokelat kemerahan, sedangkan bagian ventral dan anggota tubuhnya berwarna putih keabuan. 

Primata ini merupakan satwa arboreal (hidup di pohon), namun terkadang turun ke area bawah hutan untuk alasan tertentu. Selain itu, bekantan juga perenang ulung karena di bagian telapak kaki dan tangannya memiliki selaput kulit seperti pada katak, sehingga memudahkan bekantan untuk menyeberang sungai.

6. Simakobu (Simias concolor)

Simakobu
Simakobu

Simakobu merupakan primata endemik di Kepulauan Mentawai, tepatnya di daerah barat pantai Sumatera. Simakobu hidup di daerah hutan rawa dan hutan dataran rendah. Ada dua jenis warna pada simakobu yaitu abu-abu gelap dan cokelat muda, tetapi warna abu-abu gelap lebih umum ditemui. Memiliki ukuran ekor yang relatif pendek dibandingkan panjang tubuhnya. Sayangnya, status primata ini di Indonesia sangat kritis dan mengalami penurunan hingga 90%, sehingga kini berstatus satwa langka.

7. Orangutan (Pongo spp.)

Orangutan
Orangutan

Orangutan adalah primata asli dari Indonesia yang terbagi menjadi tiga spesies yaitu orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus), orangutan Sumatera (Pongo abelii), dan orangutan Tapanuli (Pongo tapanuliensis). Memiliki lengan sangat panjang dan rambut cokelat kemerahan, spesies ini menghabiskan sebagian besar waktunya di atas pohon (arboreal) untuk mencari makan, membuat sarang, dan bergerak. Sayang sekali, status satwa ini berada di ambang kritis dan terancam punah.

Mengenal Primata Lebih Dekat di Taman Safari Bogor

Kamu bisa mendapatkan experience melihat primata secara langsung di Taman Safari Bogor. Selain jadi tempat rekreasi keluarga, Taman Safari Bogor juga dikenal sebagai salah satu pusat konservasi primata terkemuka di Indonesia. Di sini, Sahabat Satwa bisa memahami lebih dalam keragaman dan perilaku satwa cerdas yang jarang ditemui di tempat lain.

Setelah menikmati Safari Journey untuk melihat singa, zebra, dan jerapah, zona Primate Center bakal jadi tempat sempurna untuk kenal lebih dekat dengan beragam jenis primata. Zona konservasi berstandar internasional ini menghadirkan berbagai spesies primata dari Indonesia maupun mancanegara, seperti Orangutan Kalimantan dan Sumatera, Owa Jawa yang terancam punah, beragam Lutung, hingga Simpanse yang sangat cerdas. Di sini, Sahabat Satwa bisa melihat mereka berayun lincah atau berinteraksi satu sama lain dari jarak dekat. Terdapat pula sesi Keeper Talk, di mana kamu dapat mendengarkan langsung dari perawat satwa tentang kebiasaan unik, karakter, hingga tantangan konservasi yang sedang dihadapi setiap spesies primata. 

Tertarik untuk berkenalan lebih dekat dengan satwa primata di Taman Safari Bogor? Booking tiketnya via online di sini: Tiket Taman Safari Bogor

Member Of

headquarters

Jalan Gandaria Tengah III No.62 A-C
Kebayoran baru, DKI Jakarta 12130

CONTACT US

P : +62217224794
E : [email protected]