Corporate News

Respon Taman Safari Indonesia terkait pengunjung yang memberikan benda asing ke mulut Kuda Nil

Taman Safari Indonesia Bogor, Pada hari Kamis 19 Juni 2024, terjadi insiden pemberian makan tanpa izin di Taman Safari Bogor, di mana pengunjung memasukkan benda plastik ke dalam mulut kuda nil. Kejadian ini tidak dapat dibenarkan dan petugas Taman Safari yang berada di lokasi secara proaktif langsung mengeluarkan benda plastik tersebut dari mulut kuda nil sesuai tata cara dan prosedur yang ada di Taman Safari berkat laporan dari pengunjung lain.

Tim life and sciences dari Taman Safari Bogor beserta dengan tim perawat satwa melakukan pengecekan kondisi kuda nil tersebut. Kondisi kuda nil dalam kondisi baik berkat kesigapan petugas atas informasi dari pengunjung lain. Tim Taman Safari Bogor segera melakukan penelusuran pengumpulan data dan fakta di lapangan mengenai kejadian tersebut dan pengunjung yang datang ke tempat kami.

Kuda Nil di Taman Safari Bogor. (*)

Taman Safari Indonesia Group mempunyai komitmen untuk menjaga, merawat, dan mengembangkan satwa liar di Lembaga konservasi ex-situ, sehingga tidak akan menolerir kejadian ataupun hal-hal yang tidak sesuai yang dilakukan oleh para pengunjung. Kami sangat menyambut baik respon dan juga kecintaan para pengunjung Taman Safari Indonesia terhadap tempat kami dan antusiasme yang luar biasa sehingga di musim liburan atau dihari–hari biasa tempat kami ramai dikunjungi, kami juga menghimbau kepada pengunjung untuk menerapkan peraturan sesuai sop yang kami miliki sehingga kenyamanan, keamanan dan keselamatan satwa sejalan dengan kebahagiaan pengunjung yang dating kelokasi kami yang tersebar di berbagai tempat.

“Kami meyakini bahwa tidak ada niat dari pengunjung yang ingin melukai satwa, namun bagi pengunjung yang tidak menaati peraturan bahwa satwa yang ada di Taman Safari Indonesiatermasuk satwa yang dilindungi oleh undang-undang perlindungan satwa, Undang–Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya. Tentu undang-undang ini memiliki implikasi hukum jika tidak ditaati oleh pengunjung. Kami juga sangat prihatin dan menyayangkan berharap kejadian ini tidak terluang Kembali karena tentu ada sanksi yang diberikan kepada pengunjung dalam bentuk teguran, dikeluarkan dari lokasi dan diinformasikan ke pihak berwenang.” Ujar Alexander Zulkarnain selaku SVP Marketing Taman Safari Indonesia Group.

Tentang Taman Safari Indonesia

Taman Safari Indonesia adalah taman rekreasi bertema dan situs konservasi kelas dunia yang terletak di enam lokasi dan dua resor di seluruh Indonesia. Taman ini memiliki lebih dari 9325 hewan dari 409 spesies dan menarik lebih dari 6 juta pengunjung setiap tahunnya. Sejak tahun 1980, Taman Safari Indonesia telah memainkan peran penting dalam menyelamatkan, merehabilitasi, dan melepaskan ribuan hewan kembali ke alam liar. Sebagai hasilnya, Taman Safari Indonesia telah menjadi organisasi konservasi global terkemuka untuk satwa liar endemik Indonesia dan spesies yang terancam punah. Taman Safari Indonesia telah meraih empat sertifikasi internasional dan 20 penghargaan nasional atas upayanya dalam bidang konservasi dan rekreasi.

Perjalanan Taman Safari Indonesia dimulai dengan pembukaan area konservasi satwa liarnya yang pertama, The Great Taman Safari Bogor, di Cisarua, Bogor, pada bulan April 1986. Seiring berjalannya waktu, Taman Safari Indonesia memperluas jejaknya dengan mendirikan The Grand Taman Safari Indonesia Prigen di Pasuruan, Jawa Timur, pada bulan Desember 1997. Keberhasilan dua area konservasi ini menginspirasi Taman Safari Indonesia untuk menciptakan situs tambahan, termasuk The Amazing Taman Safari Bali, The Funtastic Beach Safari di Batang,Jawa Tengah, Jakarta Aquarium & Safari, Solo Safari, dan yang terbaru, Varuna Bali. Taman Safari Indonesia juga mengawasi beberapa bisnis terkait pariwisata, seperti Royal Safari Garden, Safari Resort, Baobab Safari Resort, MaraRiver Safari Lodge, dan Safari Wonders. Visi Taman Safari Indonesia adalah menjadi destinasi konservasi satwa liar berbasis pendidikan dan penelitian serta tujuan wisata.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi situs resmi www.tamansafari.com

Kontak Media:
Finky Santika Nh
Head of Media and Digital Taman Safari Indonesia

Group Phone : 0822 9931 3081
Email : [email protected]

More information?

Feel free to have a look at our social media accounts.
footer-element-fusion