Elang Bondol adalah spesies burung pemangsa dari family Accipitridae. Tahukah sahabat satwa, nama Elang Bondol diberikan kepada satwa ini karena kepalanya yang terlihat seperti botak. – Termasuk satwa yang terancam punah, ayo mengenal lebih dalam tentang satwa burung dengan karisma kuat ini.

Habitat Elang Bondol
Populasi Elang Bondol tersebar di India, China Selatan, Australia hingga Asia Tenggara termasuk Indonesia. Di Kalimantan, terutama wilayah Kapuas Hulu Kalimantan Barat keberadaan burung ini termasuk melimpah.
Mereka dapat dengan mudah ditemukan di area tepi laut berlumpur seperti hutan mangrove, muara sungai dan pesisir pantai.
Maskot Ibukota Jakarta
Tahukah sahabat, pada tahun 1989 Elang Bondol resmi dijadikan sebagai maskot Ibukota Jakarta. Hal ini bertujuan karena burung ini mulai terancam keberadaannya, sehingga diharapkan masyarakat mengenal dan melestarikan satwa tersebut.
Burung ini pun menjadi satwa endemik yang dilindungi UU No 5 Tahun 1990 dan diatur dalam PP No 106 Tahun 2018.

Karakteristik Fisik dan Ciri Khas Elang Bondol
Elang Bondol memiliki sayap lebar dan ekor pendek yang membulat saat mengembang. Kepala hingga dadanya berwarna putih, sedangkan bagian tubuh lainnya didominasi warna merah bata pucat. Perpaduan warna yang khas ini membuatnya mudah dikenali di antara berbagai jenis burung pemangsa.
| Aspek | Keterangan |
| Nama ilmiah | Haliastur indus |
| Famili | Accipitridae |
| Panjang tubuh | 43–51 cm |
| Status | Dilindungi UU No 5 Tahun 1990 & PP No 106 Tahun 2018, maskot Jakarta sejak 1989 |
Pola Makan dan Peran Elang Bondol dalam Ekosistem
Elang Bondol merupakan pemakan bangkai sekaligus pemburu. Satwa ini kerap ditemukan di pelabuhan pengolahan ikan untuk mencari sisa makanan, bahkan sesekali mencuri hasil buruan burung lain, perilaku yang dikenal sebagai kleptoparasitisme.
Selain bangkai, Elang Bondol juga memangsa ikan, kepiting, katak, reptil, dan serangga. Mangsanya ditangkap dari permukaan air menggunakan cakar tanpa menyelam, lalu dimakan saat terbang.
Peran ganda tersebut menjadikan Elang Bondol bagian penting dari ekosistem muara dan pesisir. Dengan membersihkan bangkai sekaligus mengendalikan populasi satwa kecil, keberadaannya membantu menjaga keseimbangan rantai makanan di habitatnya.
Fakta Menarik tentang Perilaku dan Kebiasaan Elang Bondol
Di balik kemampuannya berburu, Elang Bondol memiliki sejumlah perilaku unik. Saat musim kawin, sepasang Elang Bondol membangun sarang dari ranting dan dedaunan di pepohonan tinggi, termasuk hutan mangrove. Menariknya, mereka sering kembali menggunakan lokasi sarang yang sama setiap tahun.
Induk betina biasanya bertelur dua butir. Kedua induk bekerja sama membangun sarang dan mencari makan untuk anaknya, sementara induk betina mengerami telur selama sekitar 26–27 hari. Anak Elang Bondol juga gemar bermain dengan menjatuhkan daun lalu menangkapnya kembali saat terbang, perilaku yang diyakini membantu melatih kemampuan berburu.
Meski bukan burung yang bermigrasi jauh, Elang Bondol dapat melakukan pergerakan musiman mengikuti pola curah hujan di beberapa wilayah. Dalam budaya Hindu, burung ini juga dianggap sebagai representasi Garuda, kendaraan suci Dewa Wisnu, sehingga memiliki makna budaya yang kuat, terutama di Bali.
Penguasa Teritorial
Elang Bondol merupakan burung yang bersifat teritorial. Setiap individu mempertahankan wilayahnya dan akan mengusir elang lain yang memasuki area tersebut.
Meski umumnya hidup menyendiri, Elang Bondol dapat berkumpul dalam kelompok ketika sumber makanan melimpah. Di lokasi tertentu, seperti kawasan pesisir atau pelabuhan, kelompoknya bahkan dapat mencapai sekitar 35 ekor.
Upaya Konservasi Elang Bondol di Taman Safari Bali
Sebagai satwa yang dilindungi dan maskot Kota Jakarta, Elang Bondol memiliki peran penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian satwa liar.
Di Taman Safari Bali, Elang Bondol dirawat dengan mengutamakan kesejahteraan satwa. Komitmen ini didukung oleh akreditasi Animal Welfare dari South East Asian Zoo Association (SEAZA), yang menjadikan Taman Safari Bali sebagai satu-satunya taman satwa di Indonesia yang meraih sertifikasi tersebut.
Tak hanya melihat Elang Bondol dari dekat, pengunjung juga dapat mempelajari perilaku, peran ekologis, dan pentingnya menjaga kelestarian spesies ini melalui berbagai program edukasi yang tersedia. Pengalaman ini diharapkan dapat menumbuhkan kepedulian terhadap satwa liar dan habitatnya.
Kunjungi Taman Safari Bali untuk mengenal Elang Bondol lebih dekat dan menemukan berbagai satwa unik lainnya yang menjadi bagian dari upaya konservasi di Indonesia.