Tubuhnya menyerupai beruang namun berkumis lebat dan panjang seperti kucing, bisakah sahabat menebak satwa apa itu? – Sering disebut “Bearcat” dalam bahasa Inggris, banyak orang belum mengenal tentang satwa Binturong. Yuk waktunya kita kenalan dengan satwa unik ini!

Satwa Endemik Indonesia
Binturong (Artictis binturong) adalah satwa yang memiliki habitat asli di Asia Selatan dan Tenggara. Memiliki asal-usul yang sama dengan luwak dan musang yaitu family Viverridae, satwa ini merupakan endemik Indonesia tepatnya Pulau Jawa.
Sebagaimana umumnya musang, mereka adalah satwa nokturnal yang aktif di malam hari. Terkadang, mereka akan beraktifitas di siang hari mulai dari atas pepohonan hingga turun ke tanah.

Binturong merupakan musang yang berekor panjang dan berbadan besar. Satwa ini memiliki rambut yang panjang, kasar, berwarna hitam atau kecoklatan dipadu dengan warna abu hingga kemerahan.
Fakta Menarik Binturong: Perilaku Unik dan Aroma Khas
Binturong memiliki ekor prehensile (dapat menggenggam) yang panjangnya hampir menyamai ukuran tubuhnya. Ekor ini sering berfungsi sebagai ‘kaki kelima’ yang kuat untuk menjaga keseimbangan dan berpegangan erat pada dahan pohon saat merayap atau meraih makanan di tajuk hutan.
Fakta paling ikonik dari Binturong adalah aroma tubuhnya yang sangat unik, menyerupai wangi daun pandan atau popcorn mentega yang manis. Aroma khas ini dihasilkan oleh kelenjar di bawah pangkal ekornya. Binturong akan menggosokkan kelenjar ini pada dahan atau batang pohon untuk menandai wilayah kekuasaan (territorial marking) sekaligus sebagai alat komunikasi untuk menarik perhatian lawan jenis saat musim kawin.
Selain itu, meski secara anatomi mereka tergolong karnivora, Binturong memiliki pola makan yang lebih condong sebagai frugivora (pemakan buah). Mereka sangat menggemari buah-buahan hutan, pucuk daun, hingga sesekali serangga kecil. Kebiasaan makan buah inilah yang menjadikan Binturong sebagai salah satu agen penyebar biji yang sangat krusial bagi regenerasi ekosistem hutan tropis.
Konservasi
Berdasarkan Red List IUCN, Binturong masuk dalam status vulnerable atau rentan akibat populasi yang terus menurun. Hal ini disebabkan karena rusaknya hutan akibat dari penggundulan dan perburuan liar.
Mereka juga kerap diburu untuk diperjualbelikan sebagai satwa peliharaan. Di Indonesia, spesies ini termasuk dalam satwa yang dilindungi yang diatur dalam UU no. 7 tahun 1999.

Sebagai lembaga konservasi, Taman Safari Bali turut serta dalam pelestarian Binturong. Salah satu diantaranya bernama Binbin dan Rossy. Sahabat bisa berjumpa dengan mereka pada Binturong Encounter pukul 12.00-14.00, serta saat pertunjukkan aneka satwa pukul 10.30 & 15.00.
Binturong di Taman Safari Bali: Pengalaman Edukasi dan Interaksi
Bagian ini akan menjelaskan secara detail bagaimana pengunjung dapat berinteraksi dan belajar tentang Binturong di Taman Safari Bali. Ceritakan tentang habitat khusus Binturong di sana, program edukasi yang tersedia (misalnya, sesi ‘Keeper Talk’ atau ‘Animal Encounter’ jika ada), dan bagaimana Taman Safari Bali berperan dalam konservasi satwa ini. Tekankan pengalaman unik yang didapatkan, seperti melihat Binturong aktif di malam hari (jika ada Night Safari) atau kesempatan memotret untuk konten Gen Z. Sebutkan juga nilai edukasi bagi anak-anak dan keluarga, serta bagaimana Taman Safari Bali mendukung kelestarian Binturong. Ini akan menjawab kebutuhan semua persona, terutama Pecinta Satwa Penjelajah dan Orang Tua Peduli Edukasi, serta memberikan ide konten visual bagi Gen Z.
Masih ada banyak satwa endemik lainnya yang bisa sahabat lihat. Segera jadwalkan liburan sahabat ke Taman Safari Bali!